KAPUL – Pemerintah Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap ke-4 tahun 2025 kepada 25 keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran berlangsung di Kantor Desa Kapul pada Kamis, 20 November 2025.
BLT-DD yang disalurkan kali ini merupakan bantuan untuk kuartal IV atau periode Oktober–Desember 2025. Dengan penyaluran tahap ke-4 ini, sepanjang tahun 2025 bantuan tunai Dana Desa di Kapul telah dicairkan sebanyak empat kali sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah desa.
Penerima bantuan adalah termasuk warga kurang mampu hingga kategori miskin ekstrem. Pemerintah desa memprioritaskan keluarga dengan kondisi diantaranya sebagai berikut:
-
rumah yang tidak memiliki aliran listrik,
-
rumah tanpa lantai maupun dinding layak dan bahkan tanpa fasilitas WC,
-
warga dengan cacat mental,
-
penyandang disabilitas,
-
janda atau duda dengan tanggungan keluarga.
Daftar penerima disusun melalui pendataan di tingkat desa dan musyawarah bersama guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Secara nasional, BLT-DD merupakan program pemerintah yang dananya bersumber dari Dana Desa dan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa. Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi, menjaga daya beli masyarakat desa, dan mendukung pemulihan ekonomi di tingkat lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan BLT-DD juga diarahkan untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di desa-desa, dengan fokus pada rumah tangga yang tidak tersentuh bantuan sosial lain dan memiliki kerentanan tinggi, seperti sakit kronis, kehilangan mata pencaharian, maupun kondisi hunian yang tidak layak.
Melalui penyaluran BLT-DD tahap ke-4 ini, Pemerintah Desa Kapul berharap bantuan tunai dapat digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan anak. Pemerintah desa juga mengajak warga penerima bantuan untuk memanfaatkan dana secara bijak dan tetap melaporkan jika masih ada keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem namun belum terdata, agar program bantuan ke depan semakin tepat sasaran.