Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memaparkan arah pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarbaru, Selasa (7/4/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program pembangunan provinsi dengan kabupaten/kota serta pemangku kepentingan lainnya.
Pemprov Kalsel sebelumnya menegaskan bahwa RKPD 2027 disusun secara terintegrasi dengan RPJMN, RPJMD, visi-misi kepala daerah, dan 10 janji gubernur. Arah kebijakannya difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, Muhidin menempatkan sejumlah proyek strategis sebagai penopang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Batulicin dengan Kotabaru. Proyek ini terus dilanjutkan melalui skema multiyears dan ditargetkan rampung bertahap sekitar 2028, dengan harapan menjadi pengungkit konektivitas dan aktivitas ekonomi kawasan pesisir.
Selain jembatan, Jalan Lintas Tengah juga masuk dalam agenda pembangunan prioritas. Berdasarkan perencanaan Pemprov, jalur ini diproyeksikan menjadi akses alternatif dari kawasan Mali-Mali, Kabupaten Banjar, menuju Tapin dengan panjang sekitar 30 kilometer. Dalam konteks yang disampaikan pada video, proyek ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan akses yang lebih efisien.
Di sektor olahraga dan pengembangan kawasan, Pemprov Kalsel juga menyiapkan pembangunan stadion bertaraf internasional di kawasan Liang Anggang, tepatnya di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. Tahun 2026 difokuskan pada pembebasan lahan dan tahap awal pembangunan, sedangkan penyelesaiannya diproyeksikan berlangsung bertahap hingga sekitar 2028. Stadion ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Tak hanya itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru juga diproyeksikan menjadi motor investasi dan logistik regional. Pemprov Kalsel menyebut pelabuhan Mekar Putih sebagai fokus utama kawasan, yang diharapkan menjadi pintu masuk investor dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam jaringan logistik yang lebih luas. Untuk mendukungnya, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur penunjang menuju kawasan tersebut.
Muhidin juga menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri. Karena itu, sinergi antara pemerintah, DPRD, kabupaten/kota, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar seluruh rencana pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Musrenbang 2026 ini, arah pembangunan Kalsel ditegaskan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan daya saing daerah, investasi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, proyek-proyek strategis yang disiapkan tersebut diharapkan mampu membawa dampak jangka panjang bagi kemajuan Kalimantan Selatan.